Seminar Dalam Rangka HUT Ke-232 Kota Denpasar Tahun 2020 Dengan Tema "Pemajuan Kebudayaan, Penguatan Inovasi Daerah dan Kreativitas"

  • 25 Februari 2020
Seminar Dalam Rangka HUT Ke-232 Kota Denpasar Tahun 2020 Dengan Tema

PEMAJUAN KEBUDAYAAN, PENGUATAN INOVASI DAERAH DAN KREATIVITAS

Dalam perspektif sains, kebudayaan diapresiasi mencakup tiga kekuatan dasar yang ekspresif, onvatif dan menginspirasi. Pertama, kekuatan kebudayaan adalah aspek ontology dengan fungsi sebagai modal, sumber daya, kekuatan yang mengkonstruksi identitas menggerakan inovasi, ekonomi kreatif, orang economy dan investasi masa depan. Kedua, kekuatan kebudayaan sebagai aspek epistemology dalam fungsi sebagai pendekatan, diplomasi kebudayaan untuk membangun sinergi harmoni dan kedamaian. Ketiga, kekuatan kebudayaan sebagai aspek aksiologi dalam fungsi yang elegan dan penuh makna membentuk karakter, mengembangkan kemanusiaan, memanusiakan manusia menuju kemakmuran dan kebahagiaan.

Melalui aplikasi UU No. 5, tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dalam paradigm perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan, dalam kurun waku lima tahun terakhir (2015-2020) berbagai prestasi unggul mampu dicapai Kota Denpasar terdiri atas:

  1. Denpasar dengan IPM tertinggi di Bali (2018: 83.20%),
  2. Denpasar sebagai Kota Recilient Heritage,
  3. Denpasar termaju dalam smart city kategori kota besar,
  4. Denpasar sebagai kota paling Inovatif di Indonesia,
  5. Denpasar kota Makmur.

Perjalanan panjang dengan dinamika yang cepat dan ekosistem yang makin kompleks juga menghadirkan fenomena disrupsi, disharmoni dan discontinuity dengan refleksi empiric yang menghadirkan kepadatan urban, kemacetan yang meluas dan kompetisi kehidupan yang memarjinalkan, flied capital serta dinamika Kota Budaya dan Budaya Kota tampil belum satu nafas. Seminar sehari yang menghadirkan pembicara local, nasional, internasional merupakan dialog cerdas, kritis, konstruktif dan futurologis: Aspek Recilient Heritage, Momentum Cultural Industry, Cultural Diplomacy, Pemberdayaan Human Capital dan Pemajuan Kota Budaya Berkelanjutan merupakan bidang-bidang startegis dalam pemajuan kota budaya bersekala loka, nasional, internasional.

 

TUJUAN SEMINAR

  1. Mendiskusikan secara holistic: potensi, peluang, tantangan dan solusi untuk Pemajuan Denpasat Kota Budaya dan SDM inovatif kebudayaan skala local, nasional dan internasional,
  2. Merumuskan Recilient Indentity Denpasar Kota Budaya yang kokoh berbasis kearifan local yang terbuka secara multicultural,
  3. Merumuskan aplikasi Cultural Industry yang membawa manfaat bagi komunitas local (generasi milenial, dewasa sampai lansia) menuju keadilan, kemakmuran, dan bahagia,
  4. Menggagas model Diplomasi Kebudayaan yang befungsi memajukan secara bersama antara bangsa,
  5. Memberdayakan Heritage Tourism bagi Pemajuan Budaya, Pemajuan Pariwisata dan Oemajuan Bangsa berkelanjutan.

 

TEMA SEMINAR

Nama Seminar: Pemajuan Kebudayaan, Penguatan Inovasi Daerah dan Kreativitas

Tema Seminar: Penguatan Identitas Meningkatkan Kemakmuran Melalui Inovasi Menuju

 Denpasar Bahagia Berkelanjutan.

 

MAKALAH DAN NARASUMBER

Orasi:

Penguatan Identitas Denpasar Kota Budaya dan Pemajuan Eko-homo-kultural Cerdas Menuju Kemakmuran dan Kebahagiaan.

Oleh:

Walikota Denpasar (Disampaikan Saat Sambutan/ Welcome Speech)

Keynote Speech (1):

Deputi Pembangunan Manusia, masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas (Dr. Ir. Sunadi Sardjoko, MSc). Materi: Kebijakan Pemajuan Kebudayaan, Inovasi, Teknologi dan Pembangunan Sumber Daya Manusia sesuai RPJMN Tahun 2020 – 2024.

Keynote Speech (2):

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayan, DItjen Kebudayaan, Kemdukbud (Dr. Restu Gunawan, M.Hum). Materi: Strategi membetuk Insan dan Ekosistem Kebudayaan yang Berkarakter, Kreatif, dan Inovatif, Berbasis Kearifan Lokal dan Gotong Royong.

  • South African Ambassador to Indonesia (H.E. Dr. Hilton Fisher). Materi: “Mossel Bay Support in Increasement of Tourism and Trading based on Cukture to Denpasar City”.
  • Ambassador of The Socialist Republic Of Vietnam Jakarta (H.E. Mr. Pham Vinh Quang). Materi: “The Role of Cultural Heritage in Driving City Growth and Prosperity: Lessons Learned For Hue City and Denpasar”
  • Konsul Jenderal Australia untuk Bali (Ms. Anthea Griffin). Materi: “To Strengthen Culture Ties and Creative Talent Between Australia and Denpasar Citiy In Development of Creative Industry”
  • Project Coordinator, Culture Unit, UNESCO Jakarta (Diana Setiawati). Materi: Dukungan UNESCO Mengakselerasi Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya Melalui Pengembangan Produk Kreatif dan Budaya Lokal di Kota Denpasar,
  • Duta Besar Inggris untuk Indonesia (H.E. Mr. Owen Jenkins). Materi: “The Innovation Of Great Britain to Keep Culture Heritage to Creative Economy In Millineal Generation As Moving Spirit Of Economy Growth”.

 

OUTPUT DAN OUTCOME

Menghimpun pokok-pokok pikiran yang berguna bagi penyusunan Perda Pemajuan Kebudayaan Bali Berkelanjutan sebagai Legalitas Sumber daya Budaya. Perda ini menjadi penting sebagai Landasan Legislasi Kota Denpasar dalam Pemajuan Kebudayaan Berkelanjutan yang kokoh dalam Legal-Based, Culture-Based, Community Based sampai Science-Based.

Merekam dan mengintegrasikan Startegi Aplikasi bagi Pemajuan Kebudayaan, pemberdayaan SDM, dan inovasi berbasis 11 (sebelas) Objek Pemajuan Kebudayaan dari Data Kebudayaan Bali sebagai bagian Kebudayaan nasional yang Bhinneka Tunggal Ika. Merumuskan Program Unggulan guna penguatan Recilient Identity berbasis Budaya dan Pengembangan Modal Budaya bagi Cultural Industry dan Pemberdayaan Kebudayaan menuju keadilan, Kemakmuran, Kebahagiaan. Menghimpun problem startegis yang dapat dialnjutkan melalui penelitian displiner dan multidisplinier, serta Publikasi Buku yang penting bagi informasi Budaya, Literasi Budaya, pemajuan Kebudayaan berkelanjutan.

 

PERSERTA

Peserta Seminar Internasional berjumlah 500 orang, terdiri atas:

  1. OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali,
  2. OPD terkait di lingkungan Kabupaten Se-Bali,
  3. Seluruh OPD di Kota Denpasar,
  4. DRPRD Kota Denpasar,
  5. Akademisi di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Bali,
  6. Tokoh Masyarakat, Lurah, Perbekel di lingkungan Kota Denpasar,
  7. Seniman dan Budayawan,
  8. Pers,
  9. Para Guru SD/SMP di Kota Denpasar,
  10. Komunitas kreatif di Kota Denpasar.

 

  1. SUSUNAN ACARA

07.30 – 08.00

Registrasi Peserta +snack

08.00 – 08.15

Pembukaan

08.15 – 08.45

Opening Speech Walikota Denpasar

08.49 – 09.20

Keynote Speech 1:

Deputi Pembangunan Manusia, masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas

Dialnjutkan dengan Pembukaan Seminar

09.20 – 09.50

Keynote Speech 2:

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbud.

09.50 – 11.50

Panel/talkshow dan QA:

  1. South African Ambassador to Indonesia
  2. Ambassador of The Socialist Republic of Vit Nam Jakarta,
  3. Consul – general Asutralia in Bali, Indonesia,
  4. Project Coordinator, Culture Unit, UNESCO Jakarta,
  5. British Ambassador to Indonesia and Timor Leste in Jakarta.

11.50 – 12.00

Penyerahan Cinderamata kepada semua narasumber

12.00 – 12.05

Foto Bersama

12.05 – 12.20

Penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Cambridge University Press Jakarta

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Denpasar (BKPSDM dan Disdikpora) dengan Cambirdge University Press Jakarta.

12.20 – 12.25

Foto sesi para pihak yang ber-MoU

12.25 – 12.30

Penutupan

12.30 – Selesai

Lunch

  • 25 Februari 2020

News Terkait Lainnya

Cari News